Dr Muhammad Arifin Badri
wrote:
Sobat! Apa dan bagaimana perasaan anda bila dijuluki dengan kata di atas ?
Anda marah? Tersinggung? Atau malah tersanjung, karena dianggap memiliki kulit
yang kuat anti gores dan tahan penyakit?
Saya yakin anda tersinggung dan marah bila disebut berkulit badak. Betapa
tidak! anda adalah makhluk ciptaan Allah yang mulia dan diciptakan dalam bentuk
yang paling sempurna. Terlebih lagi ucapan ini memiliki konotasi atau arti yang
sangat buruk, yaitu menggambarkan orang yang tidak berperasaan, bengis, dan
tidak tahu malu. Ungkapan yang menggambarkan tentang sosok yang mati perasaan,
akal sehat dan hati nurani. Yang ada adalah menuruti kemauan sendiri tanpa
perduli dengan apapun di luar selera dan hasrat dirinya. Tentunya orang yang
berkepribadian semacam ini sangatlah buruk dan menyebalkan.
Namu, Demikian, tahukah anda bahwa jauh jauh hari Allah telah menggunakan
gambaran semisal untuk menggambarkan fakta orang orang kafir yang hanya
menuruti nafsu, kepuasan diri dan hasrat biologisnya, tanpa peduli dengan
syariat Tuhannya. Allah berfirman:
والذين كَفَرُوا
يَتَمَتَّعُونَ وَيَأْكُلُونَ كَمَا تَأْكُلُ الْأَنْعَامُ وَالنَّارُ مَثْوًى
لَّهُمْ
Dan orang-orang kafir
bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang. Dan
jahannam adalah tempat tinggal mereka. ( QS
: Muhammad 12)
Inilah kepribadian dan pola pikir orang kafir: yang penting saya mau, suka,
enak, puas, privasi, atau kebebasan dan alasan serupa lainnya. Urusan halal
haram, melanggar syariat atau tidak, sama sekali tidak mereka perdulikan.
Sobat! Marilah kita menghidupkan perasaan, kepedulian, dan empati kepada
sesama, apalagi kepada urusan agama Allah Azza wa Jalla, agar terbebas dari
sebutan "berkulit badak" dan " bermental hewan ternak".



0 komentar:
Posting Komentar