Pages

Sabtu, 21 Desember 2013

Ikhlas dan Husnudzan

Thalhah bin Abdirrahman bin Auf adalah orang yang paling dermawan di kalangan Quraisy di zamannya. Suatu hari istrinya berkata kepadanya, "Aku tidak pernah melihat orang yang paling tidak tau terima kasih dari teman-temanmu."
Thalhah berkata, "Mengapa begitu?"
Istrinya berkata, "jika kamu sedang kaya, mereka mendekatimu, dan jika kamu sedang tidak punya, mereka meninggalkanmu."
Thalhah berkata, "Demi Allah, ini mungkin dari kebaikan akhlak mereka. Mereka datang dikala kita dapat memuliakan mereka, dan meninggalkan kita ketika kita tidak mampu melaksanakan hak mereka."

Imam Al Mawardi memberi komentar kisah ini.
Beliau berkata, "Lihatlah, bagaimana kemuliaannya membuat ia berbaik sangka, sehingga ia memandang buruknya perbuatan mereka menjadi baik.
Ini demi Allah menunjukkan kepada keselamatan hati.
Ia adalah ketenangan di dunia, dan keberuntungan di akherat.
Dan ini adalah salah satu sebab masuk ke dalam surga.
Allah berfirman:
"Dan Kami cabut rasa dengki terhadap kawan-kawannya di hati mereka. Di atas kasur-kasur mereka saling berhadapan."

0 komentar:

Posting Komentar