Pages

Kamis, 19 Desember 2013

Sibukanlah Dirimu Dengan Menuntut Ilmu Syar'iI, Jangan Menyibukkan Dirimu Dengan Mengurusi Fitnah

Ikhwan dan akhwat sekalian yang berbahagia diatas hidayah islam dan sunnah, cobalah tanyakan pada diri kita masing-masing...

"Berapa banyak kitab para ulama yang belum kita baca? "Ribuan!!"
"Berapa banyak dari ilmu yang kita miliki yang sudah kita amalkan?"
"Wahai, Ikhwan dan akhwat fillah, sesungguhnya fitnah yang menyerang agama islam tidak akan pernah ada habisnya sampai hari kiamat baik fitnah tersebut muncul dari dalam kaum muslimin maupun dari luar dari orang-orang kuffar, namun sayangnya semangat menuntut ilmu dari sebagian kaum muslimin terkadang kandas ditengah jalan."

Karna banyaknya kaum muslimin yang meninggalkan ilmu syar'I maka timbullah per nyataan-pernyataan berikut ini:

"Kenapa umat Islam bingung ada aliran Islam ini dan aliran Islam begitu?
"Bingung karena tidak memiliki ilmunya"

"Kenapa umat Islam merasa asing dengan agamanya sendiri?"
"Merasa asing karena mereka tidak memiliki ilmu"

"Kenapa Islam kok begini kok begitu, kita harus dengan apa menghadapi ini dan itu?
Dan lain sebagainya...semua akibat kurangnya menuntut ilmu syar'i"

Ikhwan dan akhwat sekalian!
"Masih banyak ilmu yang belum kita pelajari, mari perbanyak duduk di majelis-majelis kajian/ilmu, belajar dengan sungguh-sungguh! Serta mulailah belajar sebagaimana pelajaran yang dimulai oleh salafusshaleh dan selesaikan!

Saudaraku, perjalanan kita masih amat panjang."

"Siapkan diri untuk menjadikan generasi kita, anak-anak kita, cucu-cucu kita, agar jauh lebih berilmu dalam agama dibanding kita saat ini."

Dengan menguasai ilmu agama yang benar , insyaa Allah :
1. Segala macam fitnah terhadap Islam akan bisa dibendung.
2. Lontaran syubhat dari ahlul bid'ah tidak lagi laku. 
3. Ocehan-ocehan liberal menjadi sampah tak berguna, 
4. Shaff semakin rapat dan musuh-musuh Islam tidak akan berhasil menembusnya.

"Mari saudara-saudariku,
perbanyaklah menuntut ilmu dan mengamalkannya....

0 komentar:

Posting Komentar